Pahlawan Jati Diri bangsa (1)
Bulan Agustus sudah di depan mata, bulan yang penuh sejarah, bulan dimana Indonesia berhasil mengembalikan jati diri bangsa dari kehinaan dan penindasan bangsa terkutuk penjajah, Bagaimana tidak, lebih dari 350 tahun bangsa ini hidup dibawah penindasaan dan menghinaan oleh bangsa lain, akhirnya bisa dengan lantang memekikkan kata Merdeka dengan lantang di mata dunia.
Untuk Itulah dalam rangka menyambut bulan Agustus ini, blog ini inshaAllah akan menampilkan serial para pahlawan pembela dan penegak Jati Diri Bangsa. Semoga akan bermanfaat bagi kita semua terutama yang membaca blog ini, Bangsa Yang Besar adalah Bangsa Yang Menghargai jasa para Pahlawannya.
Pangeran Diponegoro.
Beliau bernama kecil Bendoro Raden Mas Ontowiryo, dilahirkan di Yogyakarta pada tahun 1785, beliau merupakan putra pertama dari Hamengkubuwono III, yang merupakan raja Mataram, Ia adalah anak dari istri selir Raja Hamengkubowono III yang bernama R.A. Mangkarawati.
Melihat kecerdasan dan karakter Diponegoro kecil ini ayahnya menghendaki dia untuk menggantikan kedudukan beliau suatu saat nanti, namun ia sadar bahwa ia hanyalah putra dari seorang selir, maka ia lebih memilih kehidupan yang reliji dan tinggal di Tegalrejo.
Perlawanan Diponegoro
Puncak kemuakan Pangeran diponegoro pada penjajah belanda semakin tak terbendungkan manakala penjajah belanda terkutuk merebut dan menguasai tanah Diponegoro dengan seenaknya mereka membuat patok di tanah yang merupakan hak miliknya. Jangan dilihat hanya sebuah patok, tapi disitulah Harga diri Dan Jati Diri sebagai seorang anak bangsa terusik karena orang asing dengan seenaknya mengambil tanah airnya. Itulah Sang Pangeran Diponegoro. Dari situlah Diponegoro melancarkan perlawanan kepada penjajah Belanda dengan terbuka, hal ini didukung dan disambut oleh segenap rakyat, Pamannya, Pangeran mangkubumi menyarankan Diponegoro untuk menyingkir ke Gua Selarong dan membuat markas perlawanan disana. Diponegoro menyerukan Jihad, perlawanannya pada penjajah belanda adalah perang Sabilillah, perang di jalan Allah, ya memang benar perang mempertahankan tanah air adalah salah satu perang dijalan Allah.
Gigihnya perlawanan dibawah komando Diponegoro membuat belanda kalang kabut dan mengalami kerugian yang sangat besar, tidak kurang dari 15.000 tentara Belanda modar, segala macam cara digunakan untuk bisa menangkap Sang Pahlawan jati Diri bangsa, bahkan diadakan kontes untuk menangkap beliau dengan hadiah 50.000 Gulden.
Namun akhirnya Sang Pahlawan berhasil ditangkap dengan cara yang sangat licik oleh si Busuk Belanda, Tapi semangat Diponegoro untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa tak akan pernah luntur sampai kapanpun.
Related posts:
Assalammu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh
Salam berjuang untuk para pemuda Indonesia, sudah saatnya kita tampil meneruskan perjuangan para leluhur kita, tidak perlu pesimis atas situasi saat ini, walaupun pemuda harus memikul beban warisan masalah yang begitu rumit dan berat, ALLOH SWT sudah memberikan jalan terbaik bagi kita, kami selaku generasi muda tidak rela anak cucu kita kelak harus memikul beban dari ulah kita sendiri, Cukup sudah warisan lembaran hitam sampai di genarasi kami saat ini. Wahai para drakula penghisap rakyat segeralah bertobat sebelum ALLOH SWT membuat perhitungan atas tindakan yang kalian lakukan, kami saat ini memohon dengan keras kepada ALLOH SWT agar mereka segera dimusnahkan dari muka bumi Indonesia ini. Jangan ajari kami dengan kemunafikan, jangan wariskan kemunafikan kepada kami, kami sudah muak atas kemunafikan yang dipertontonkan di hadapan kami, sebagai generasi bangsa ini kami telah siap menerima tanggungjawab, modal kami hanya KERIDHOAN ALLOH SWT.
ALLOH SWT selalu beserta kami… amin.
Wassalammu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh
Jakarta, 29 September 2009
ttd
Insan Hablumminalloh
note :
Untuk mengenal sejatinya JATIDIRI BANGSA, anda bisa mengakses situs :
http://hablumminallah.wordpress.com